Sejarah Desa
Desa Sumingkir adalah desa yang mempunyai sejarah, menurut cerita dari nenek moyang kita bahwa Desa Sumingkir berdiri sejak tahun 1885. Asal usulnya ada dua orang kakak beradik di desa Balamoa. Kakaknya bernama Tuna Jaya, sedang adiknya bernama Tanu Jaya yang menjadi Lurah di desa Balamoa. Pada suatu saat kakaknya disuruh untuk ronda, berhubung siangnya bekerja, sehingga malamnya kecapaian, akhirnya yang disuruh berangkat ronda anaknya sebagai pengganti bapaknya. akhirnya apa yang terjadi, anak tersebut diomelin oleh Lurah tersebut bahwa saya tidak butuh kamu, bapaknya saja yang ronda. Selain itu juga kakaknya sering dihina disuruh-suruh layaknya seorang pembantu.
Lama-lama kakaknya berfikir bahwa Saya adalah saudara tertua akan tetapi tidak dihargai sama sekali, akhirnya Tuna Jaya memutuskan untuk Menyingkir ke wilayah sebelah timur desa Balamoa yaitu sebelah timur kali cacaban untuk ndongkol atau menetap diatas tanah yang terletak di sebelah selatan yang sampai sekarang di namakan Blok Dukuh. Beliau membuat gubug untuk bertempat tinggal yang mana tiang(saka) memakai kayu kedongdong, hingga kayu tersebut tumbuh menjadi pohon yang besar sehingga sampai sekarang tanah tersebut dijadikan makam/kuburan yang di namakan makam kedongdong.
Lama kelamaan akhirnya berkambang menjadi desa Sumingkir. berhubung setiap akan ronda dan kegiatan lain ke desa balamoa sering terhalang oleh sungai cacaban yang sering banjir,maka ada sebidang tanah Balamoa yang letaknya disebelah barat desa sumingkir berjejeran dengan tanah sumingkir,yang dinamakan blok jinten untuk tukar guling dengan tanah sumingkir sebelah utara desa yang mana di situ ada makam waliyullah yaitu mbah Jinten dan mbah Raden Benowo.
Ketika tukar guling tanah tersebut, ada syaratnya yaitu tanah candi jinten menjadi milik desa balamoa tetapi tetap di manfaatkan oleh orang Sumingkir untuk makam ketika ada orang Sumingkir meninggal dunia.
Desa Sumingkir adalah daerah pedesaan yang subur, banyak pepohonan yang tumbuh dengan subur, lebat sehingga pada zaman penjajahan Belanda sering dijadikan tempat pengungsian dari desa lain.dimana banyak orang yang membuat gua untuk tempat persembunyian.
Disamping itu Desa Sumingkir ada seorang ulama yang disegani dan sangat ditakuti oleh belanda yaitu Syaih Rama Kyai Badrun sehingga banyak orang yang minta doa keselamatan kepada beliau. Saat itu desa dipimpin oleh seorang bekel bernama Sarwad sebagai bekel republik.dan ada juga bekel rekomba namanya Abdurohman yang dikenal oleh warga bernama Kadu dimana bekel rekomba itu tugasnya ketika ada Belanda masuk ke desa yang menemui bekel rekomba.
Pada tahun 1960 Desa Sumingkir kemasukan DI (Darul Islam) dimana mereka tidak mau dipimpin oleh pemerintahan yang sah gara-gara partainya menang dalam pemilu tapi tidak bisa menjadi pemimpin negara. Akhirnya membuat gerombolan bernama DI yang hidupnya di hutan.setiap malam turun ke desa untuk minta makan seadanya kepada warga. ada beras di bawa beras pokoknya seadanya.mereka membuat kacau negara, sehingga lebih di kenal oleh rakyat sebagai pengacau. Saat itu rakyat sumingkir ada yang di bunuh oleh pengacau namanya Bapak Tahar. Dianggapnya mau lapor kepada tentara tentang keberadaan pengacau. sebagai bekel desa waktu itu adalah Bapak Sarwad.
Pada tahun itu ekonomi masyarakat sedang mengalami paceklik yang panjang, karena lahan sawah bisa ditanami ketika ada hujan, dikarenakan masih tadah hujan pada tahun 1980 mulai dibangun saluran irigasi sawah dari Waduk Cacaban sampai tahun 1983. Setelah beroperasi untuk mengairi sawah, mulai tahun itulah ekonomi masyarakat Sumingkir sedikit ada kemajuan hingga sampai sekarang.
Demikian sejarah singkat desa Sumingkir yang dapat di dokumentasikan.
Dalam menjalankan pemerintahan tingkat desa dan kesehariannya, Kepala Desa dibantu oleh Perangkat Desa, RT dan tokoh masyarakat. Berdasarkan keterangan dari para orang tua, tokoh masyarakat serta catatan-catatan yang ada di Desa Sumingkir, dapat disusun yang pernah menjabat ataupun menjadi Kepala Desa Sumingkir sebagai berikut:
|
NO. |
PERIODE (TAHUN) |
NAMA KEPALA DESA |
KETERANGAN |
|
1. |
1885 |
TUNA JAYA |
Pendiri Desa Sumingkir |
|
2. |
1885-1915 |
KADI |
|
|
3. |
1915-1946 |
SUHARA |
. |
|
4. |
1946-1975 |
SARWAD |
|
|
5. |
1975-1980 |
TAKRIB |
Diberhentikan |
|
6. |
1980-1985 |
YUSUF (Sekretaris Desa) |
PJS Kepala Desa |
|
7. |
1985-1993 |
ASPARI |
|
|
8. |
1993-2001 |
ASPARI |
|
|
9. |
2001-2011 |
DIMYATI |
|
|
10. |
2011-2017 |
EDI YANTO |
Mei 2017 diberhentikan |
|
11. |
2017 |
KUSMERIYANTO, S.IP. |
PJ Kepala Desa |
|
12. |
2018-2023 |
KHASAN ALI, S.T. |
|
|
13. |
2024-2029 |
KHASAN ALI, S.T. |
|